Jalanfirdaus's Blog

2011 in review

Posted by: jalanfirdaus on: January 1, 2012

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2011 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

A New York City subway train holds 1,200 people. This blog was viewed about 6,700 times in 2011. If it were a NYC subway train, it would take about 6 trips to carry that many people.

Click here to see the complete report.

MENGELOLA CEMBURU

Posted by: jalanfirdaus on: December 10, 2011

hari ini ada kecemburuan merasuk

dalam dalam hingga sumsum tulang belakangku leleh

kecemburuanpun menghanguskan sebagian jantung yang tersisa hanya ventrikel

hati berubah hijau berkilau penuh dengan cairan

cemburu mengubah diri menjadi monster

bukan monter buruk rupa dan jahat

hanya menjadi seperti pico

 

##second heart says

pagi ini mentari bersinar memenuhi ruang hati

pancaran emas menembus kebekuan embun

jantung berdegup penuh dengan irama bernada

hembusan nafas lembut mampu membius rerumputan basah

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>><<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

cemburu dan bahagia,,,,

cemburulah jika yang kita cemburui adalah sebuah kebaikan yang dilakukan oleh orang  lain yang mampu mendorong kita untuk bisa berbuat kebaikan pula..jika saja menjadi pertama adalah hal yang baik, maka bersegeralah dalam kebaikan ^^

cemburulah jika yang kita cemburui adalah hati yang tulus hati yang ikhlas, yang mengajarkan kita arti menerima arti menyanyangi dan arti mencintai

cemburulah jika yang kitra cemburui adalah orang-orang yang mampu menghilangkan kesulitan orang lain, mampu menggugah semangat hidup, meringankan kesusahan hati

cemburulah jika kita yakin bahwa kita mampu memiliki seperti apa yang kita cemburui, tak hanya CEMBURU BUTA layaknya CINTA BUTA yang begitu menyiksa

cemburu adalah bukti ingin mengubah diri untuk menjadi pribadi yang lebih berisi, menjadi pribadi penuh makna sarat emosi

kebahagiaan seorang manusia terkadang bisa sangat terlihat jelas ketika ia melihat senyum orang dihadapannya yang telah berhasil dari perjuangan panjangnya>>bahagia melihat orang lain sukses,,,walaupun mungkin hanya ikut andil sangat sedikit pada kesuksesannya

hmmm,,,,mendoakan kesuksesan orang lain termasuk andil kan?

be happy personality

 

 

 

SATU CARA UNTUK TETAP SEHAT

Posted by: jalanfirdaus on: December 8, 2011

bismillahiroohmaanirrohim,,,diawali dengan kalimat penuh dengan semangat dan senyum…kembali menikmati hidup yang penuh dengan rahasia ditiap harinya. apa yang dialami pagi ini? hujan? macet? motor atau mobil mogok,,,,what sholud we do??

TERSENYUM DAN NIKMATI dulu,,,karena semua juga akan berlalu..untuk apa mengumpat?ngabisin energi! untuk apa marah? bikin cepet tua! ngapain cemberut? bikin orang lain takut! ^^

liat sekeliling ada hal-hal yang bisa dilihat dengan pandangan lain. contoh…liat aja langit diatas kita..biar gak liat kendaraan-kendaraan yang bikin tambah ruwet…tersenyum sambil mengagumi penciptaan Sang Khalik. Allohu Akbar! bisa jadi nanti liat pelangi (kalo habis ujan trus ada matahari)>>>so romantic…!

ada kawanan burung! alhamdulillah..lagi-lagi dapat rizqi untuk mata (diselamatkan dari pemandangan pengendara yang agak bikin nusuk mata..hmmmm ^^ semoga kita mampu menahan diri untuk tidak merusak kesehatan karena hal-hal yang gak perlu dilakukan jadi bikin capek hati. ENJOY YOUR LIFE

Hanya Sebuah Pesan

Posted by: jalanfirdaus on: October 3, 2011

cerahkan hatimu seperti mentari yang baru muncul di pagi hari 

perbanyak do’amu seperti jatuh dedaunan di musim gugur

perindah akhlaqmu seperti mengobati luka jatuhmu

hidup tak selamanya indah…cinta suci yang tak kenal lelah untuk mendapatkannya

 sebuah pesan singkat dari seorang yang mempunyai ruang hati,,,

kepada para pejuang yang ingin memperindah hidupnya,,,semoga tetap bersemangat!!!!

SALAM HANGAT, JOGJA 2011

 

 

 

 

 

 

 

 

 

7 HATI 7 WANITA 7 CINTA (a Film)

Posted by: jalanfirdaus on: September 11, 2011

Sebuah kisah sederhana bagian dari perempuan. Perempuan yang mencinta, perempuan yang rela berkorban dan perempuan yang belum mengerti arti mencinta, perempuan yang tersakiti, perempuan yang berjuang dan perempuan dalam penantian panjang. Arti mencinta bagi perempuan begitu indah dimatanya hingga cinta mampu membuatnya bertahan atas apa yang menjadi keyakinannya, hingga cinta mampu membuatnya bertahan dalam penantian yang tak menentu, hingga cinta membuatnya terlena. Korban cinta, mungkin bisa disebut demikian. Wanita adalah korban dalam sebuah percintaan. Inilah yang menjadi sorotan seorang dokter di sebuah film berjudul 7 Hati 7 Wanita 7 Cinta. Bercerita tentang tujuh wanita yang memiliki jalan cinta yang berbeda karena hati merekapun berbeda.

Bermula dari seorang wanita hamil bernama Lily. Ia seorang wanita keturunan Tionghoa, tinggal di rumah bersama suami dan adik laki-lakinya. Suami Lily sering menyiksanya hingga lebam. Dokter Kartini, seorang dokter spesialis obsgyn yang selalu mengontrol kesehatan kandungan Lily curiga setiap Lily datang kepadanya. Muka pucat, perut lebam, ada luka-luka. Dr. Kartini mencoba membujuk Lily untuk melaporkan tindakan kekerasan suami Lily ke polisi, tapi Lily selalu menolak dengan alasan “saya MASIH CINTA dia”.

Wanita kedua bernama Ratna, dia adalah istri yang taat pada suami. Menunggu kehamilannya selama 5 tahun. Seorang buruh pabrik konveksi jilbab, pekerja keras yang selalu memaklumi suaminya yang beralasan lembur kerja tiap ditanya pulang tengah malam atau tidak pulang sama sekali. Dia bahagia menghadapi hidupnya, walau harus sampai larut malam menjahit jilbab-jilbab untuk dikirim ke konveksi sebagai setoran, tak ingin mengambl cuti hanya untuk mendapatkan uang lembur dan selalu berkata kepada dr. Kartini “DEMI ANAK saya, dok, saya sudah menunggunya lima tahun”

Wanita ketiga bernama Rara. Seorang gadis belia umur 14 tahun, masih kelas 2 sekolah menengah pertama. Menjalin hubungan dengan seorang anak sekolah menengah atas. Ia mengaku pada dr. Kartini telat dua minggu, dan ketika ditanya apakah sudah pernah melakukan hubungan dengan laki-laki dengan wajah polosnya dang sumringah dijawab iya. Pengakuannya yang sangat jujur, bagaimana ia sebenarnya telah menolak ajakan pacarnya, tapi tak kuasa karena ia “MENCINTAI” pacarnya, dengan mudah Rarapun terhanyut. Kertas hasil lab ia berikan kepada sang pacar, tapi ya itu tadi, anak SMA akhirnya sama-sama bingung. Menyarankan aborsi supaya tidak diketahui jejaknya.

Selanjutnya adalah Ningsih, wanita karier yang mengalami obsesi mengandung anak laki-laki pada kehamilannya. Ia meminta kepada dr. Kartini untuk bisa mendapatkan anak laki-laki karena ia ingin mendidiknya sebagai laki-laki yang tidak seperti ayahnya yang menurut Ningsih adalah seorang laki-laki yang lelet, manja, banci, tidak mampu mengambil keputusan. Di rumah mereka seakan sudah menjadi neraka rumah tangga, tak ada keharmonisan karena karakter yang berbenturan dan tak ada yang mencoba untuk penegertian.

Lastri adalah seorang istri dari suami yang sangat pengertian kepadanya. Wanita ini mendapatkan kasih sayang berlebih dari sang suami. Sayangnya ia belum bisa mengandung akibat kelebihan berat badan. Dr. Kartini selalu menyarankan untuk melakukan diet tapi selalu saja alasannya adalah karena ia suka memasak dan makan. Suaminya selalu mengantarkan tiap kali Lastri kontrol ke dokter kandungan. Selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk istrinya. Lastri bisa dikata lebih “beruntung” dibanding Lily, Ratna, Nigsih pada kondisi ini.

Wanita ini merupakan wanita enerjik, cantik dan modis, seorang pekerja seks komersial. Yanti, biasa ia disebut. Karena aktiviasnya yang tinggi dan jam terbang yang begitu padat, ia belum pernah sekalipun memikirkan yang namanya menikah dengan laki-laki. Hingga suatu saat ia merasa perlu periksa ke dokter kandungan dan bertemu dengan dr. Kartini. Oleh dr. Kartini, Yanti dikabari bahwa ia mengidap kanker mulut rahim stadium awal. Hal ini menjadikan keruntuhan hati Yanti. Ia merasa dunia kiamat, ia harus kehilangan nyawa. Itu yang ada dalam benaknya, padahal sesungguhnya, semua masih bisa diusahakan dengan pengobatan.

Awal mula seorang wanita yang ingin hamil, wanita yang memperjuangkan kehamilannya hingga wanita yang tidak sengaja hamil karena ketidak tahuannya. Film ini mengangkat perasaan dr. Kartini yang selalu terhanyut dalam masalah-masalah pasien yang datang kepadanya. Dr. Kartini mengangkat semua yang terjadi dalam percintaan wanita dan pria, selalu wanita yang menjadi korban, wanita adalah yang terskiti. Ini adalah realita yang sekarang mungkin masih terjadi di Indonesia. Fenomena freesex apalagi, yang dilakukan oleh kaum muda yang tak paham akan pendidikan seks. Namun inilah realita. Akhir dari film tersebut adalah ujung dari polemik kyang terjadi dan semua bermuara pada satu titik. Lily mengalami perdarahan hebat pasca penyiksaan oleh suaminya hingga kemudian iapun menghembuskan nafas terakhir di ruang ICU.  Ratna memlilih pergi dari rumah karena mengetahui suaminya ternyata memliliki istri baru dengan dalih tak sabar menunggu anak darinya. Rara mempertahankan kandungannya dan memilih bersama sang kakak, Ratna. Ningsih dan Lastri akhirnya berkenanlan dengan kelahi karena ternyata suami mereka adalah orang yang sama. Laki-laki yang mampu berakting dengan dua karakter yang sangat berlainan. Yanti memilih berhenti dari pekerjaannya dan mencoba bertahan dengan kanker yang dideritanya. Iapun memutuskan menikah dengan seorang laki-laki yang tulus mencintainya.

Wanita ketujuh adalah dr. Kartini sendiri, sampai usianya yang sudah tak muda lagi ia belum menikah. Ternyata masih ada masa lalu yang tak mampu dihapusnya. Kenangan akan kekasih yang pergi meninggalkannya karena orang tua dr. Kartini tidak meyetujui hubungan mereka. Disisi lain ia merasakan posisi sebagai wanita yang tersakiti, sehingga pandangan terhadap sakit dan hancurnya perempuan adalah karena memang wanita menjadi korban atas cinta yang dperjuangkannya.

Adalkalanya cinta bisa menyakitkan, inilah bagian itu. Dikhianati pasangan, pada akhirnya kejujuran tak mampu hadir untuk menghiasi rumah tangga. Kejujuran atas perasaan cinta, jujur bila sakit, jujur bila tertekan, tapi seperti ini wanita yang begitu lembut menghadapi cinta. Cinta mampu menguatkan di satu sisi tapi juga mampu menghancurkan dengan sekali tendang. Cinta dengan kekuatan yang memikat.

Apakah benar wanita selalu menjadi korban dalam sebuah hubungan yang mengatasnamakan cinta? Benarkah tak ada laki-laki yang merasa tersakiti atas cinta yang ia rasakan? Ketika melihat contoh kasus faktual yang diangkat dalam film itu memang wanita yang menjadi korban, korban karena dimadu, korban karena menjadi pemuas hawa nafsu, korban kekerasan dalam rumah tangga. Perlu ditelisik lebih dalam, laki-lakipun bisa menjadi korban, dalam film ini adalah ayah dari dr. Rohana. Ia menjadi korban cinta dengan kematian istrinya. Ia merasa sangat kehilangan hingga foto sang istri selalu ditatapnya dalam. Laki-laki mengalami sakit yang tak tampak, tapi iapun menjadi korban atas cinta yang dirasa dan pelihara.

Dr. Rohana adalah seorang dokter kandungan juga yang merupakan rekan sejawat dr. Kartini hanya saja ia lebih junior. Ia memiliki pandangan laki-laki bisa menjadi korban cinta karena kenyataan yang dialami oleh ayahnya. Ia tidak ingin mengeralkan posisi “korban” karena semua bisa menjadi korban, dan karena semua adaah manusia yang memiliki rasa cinta.

Pentingnya mencintai dengan skala prioritas adalah solusi terbaik untuk mengatasi label korban cinta. Mencintai Sang Khalik melebihi yang lain maka sungguh korban cinta tak akan bergelimpangan. Cinta kepada kekasih atau suami adalah yang nomor sekian dari urutan mencinta. Ini untuk mendidik hati, melatihnya untuk menjadi pribadi yang kokoh dan tangguh apabila suatu saat terjadi pengkhianatan. Manusia tetaplah manusia, laki-laki adalah manusia, perempuan adalah manusia. Manusia yang memiliki hati untuk merasa.

 Hati-hati dengan cinta, karena cinta juga dapat membuat orang sehat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak, jika cintanya itu disambut oleh para pecinta PALSU. Mulai saat ini buatlah dan posisikan Alloh menjadi yang utama dan pertama untuk dicinta.

Dan kalaupun cinta kalian tertolak. Ketahuilah cinta itu bukan berarti memiliki. Cukuplah cinta itu ada, dan tidak melebihi cinta kalian semua terhadap Allah yang maha pengasih itu. Ingatlah kisah Khalifah Umar Bin Abdul Aziz. Pemimpin yang pada masa kekhalifahannya orang Islam sangat makmur dan sejahtera, sehingga tidak ada yang mau menerima harta zakat karena tidak ada lagi orang miskin.

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shalih, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.” (QS. Maryam 96)… cinta tetap bersyarat, tidak akan gratis didapat hanya dengan mimpi. Pertautan hati akan terikat dengan erat antara orang-orang shalih, orang yang menjalankan perintah Alloh dan menjauhi larangan Alloh..

Cinta bukanlah tentang orang lain, melainkan tentang kebahagiaan hati diri seorang yang memiliki cinta. Cinta tak akan dimiliki oleh orang yang tak mampu mengolah rasa cinta menjadi hal yang membahagiakan. Membahagiakan diri dan orang lain disekitar hidupnya, sepanjang hidupnya. Kesempurnaan mencintai diperoleh dengan balasan cinta dari orang-orang yang ada di sekeliling, mendapati senyum ketulusan yang berasal dari hati. Dan jangan lupa bahwasanya balasan cinta yang paling tinggi dan semua berharap adalah cinta dariNya. Maka sangalah tak adil jika mengatakan wanita adalah korban cinta, laki-laki adalah korban cinta. Sesungguhnya tak ada yang menjadi korban dari cinta. Semua harusnya bahagia karena datangnya cinta sehingga cinta hanya kuat ketika ia datang dari pribadi yang kuat, bahwa integritas cinta hanya mungkin lahir dari pribadi yang juga punya integritas. Karena cinta adalah keinginan baik kepada orang yang kita cintai yang harus menampak setiap saat sepanjang kebersamaan.

On being great lover..

 http://jalanfirdaus.wordpress.com/2011/04/11/kata-c-i-n-t-a/

MY RAMADHAN ^^

Posted by: jalanfirdaus on: August 30, 2011

Ramadhan tahun ini memberiku banyak nilai. Mulai dari hari pertama hingga akhirnya aku dipertemukan dengan bulan Syawal. Ramadhan mengajarkan makna kesederhanaan yang lebih dalam. Bermula ketika tanggal 1 Ramadhan punya keinginan untuk mengganti sandal jepitku yang sudah berasa batu ketika dipakai, Allah mempertemukanku dengan mas-mas tukang jahit keliling. Lebih tepatnya disuruh untuk melihat! Melihat ke arah bumi kakinya menginjak. SANDAL! Memang kulihat sandalnya bisa dibilang biasa untuk mataku, tapi tidak untuk hatiku. Dugh!! Sandalnya lebih tipis dari sandal kesayanganku yang udah hampir dua tahun setia bersamaku. Sandal mas itu bahkan sudah menempel tanah pas di tumitnya. Ya Alloh pelajaran ini membuatku tertunduk malu. Jujur aku sangat ingin mengganti sandalku karena sakit untuk menapak, tapi Kau menunjukkan padaku ada yang lebih sakit kakinya ketika menapak. Sandalnya lebih dekat dengan batu daripada milikku. Sungguh nikmat ini akan selalu berbekas di hatiku. Selalu terngiang fabiayya ‘alaa irobbikumaa tukadzdzibaan.. hanya sebuah realita kecil tapi sangat memberi arti.

Hari selanjutnya diwarnai dengan nikmat melihat. Bukan melihat barang-barang yang mampu menyegarkan mata yang memang haus tapi ini adalah pemandangan perjuangan untuk mempertahankan hidup di dunia yang semakin sulit (katanya). Diawali dengan perjalanan ke kampus biru di Bulak Sumur, mata berkeliling jalan tertangkap seorang mbah menuntun sepedanya. Belum usai ceritanya, tak hanya sepeda tapi dengan muatan gerabah yang kupikir itu sangat berat. Bayangkan saja melewati arah utara jalan Kaliurang yang artinya jalanan semakin menanjak. Mungkin saja mbah itu ingin memasarkan gerabahnya ke daerah Pakem dan sekitarnya. Melihat raut mukanya yang tua sungguh malu pada diri ini yang terkadang masih mengeluh untuk berjuang melawan segala kesulitan hidup. Kesulitan hidup yang sangat kuyakini tiap orang memiiki dinamika hidup masing-masing dengan tingkat yang berbeda-beda. Mbah itu mungkin tetap memasarkan gerabah dengan bersepeda karena mengalami kesulitan finansial, akupun sempat mengalami tapi tinggal minta orang tua atau mengurangi jatah mr machine. Sungguh konyol, belum mau berusaha bagaimana rasanya mencari. Melihat ini semua semakin kuat azzam untuk menjadi seoarang ibu yang juga seorang pengusaha sukses, seorang muslimah yang juga seorang pengusaha sukses, dokter yang juga pengusaha sukses,  seorang guru yang juga pengusaha sukses. Itulah azzamku. Berdo’a kepada Sang Pemenuh Do’a makhluk yang meminta. Dengan usaha yang dimulai dengan meminjam modal orang tua (lagi-lagi orang tua) usaha kecilpun kumulai. Ramadhan ini mengajarkanku rasanya berbisnis. Berbisnis dengan jujur dan tanpa riba, insyaAlloh.

Warna selanjutnya adalah dari sebuah kultum tarawih yang kudengarkan. Singkatnya begini “ seberapa kesungguhan kita mengisi Ramadhan kita? Seberapa besar kesungguhan hidup kita di dunia dengan menjalankan tugas dari Alloh?” glek!! Kembali harus tertampar, tugas manusia di bumi adalah untuk beribadah kepada Alloh dan sebagai khalifah di bumi..hm,, inilah saat-saat harus memperbaiki ibadah, meluruskan segala niatan ibadah. Mendapatkan kembali semangat untuk menjalani istimewanya menjadi seorang Muslim. Tak ada manusia lain yang mendapatkan segala bentuk nikmat karena kedekatan dengan Yang Mencpta. Berbahagialah menjadi seorang Muslim. Bisa minta apapun kepada Rabb tanpa harus melalui perantara. Sujudlah, berdo’alah, tundukkan hati memohon ampunan dan memohon segala kebaikan untuk hidup yang lebih baik. Tamparan kedua di kelas ma’had pelajaran Ulumul Qur’an. Kata-kata ustadzku yang sangat tertancap di hati adalah “menghafal Qur’an itu wajib” singkat memang tapi begitu membuatku terbakar. Mengingat kembali catatan hafalanku yang sedikit amburadul, belum ada progres yang bagus. Mengawali dengan pelan, semoga Alloh membantu dengan memberi keringanan hati dan dihindarkan dari rasa malas dan setan yang menggoda. Aamiin.

Pekan ketiga Ramadhan, kembali harus melihat fenomena perjuangan hidup seorang anak manusia. Pulang mengikui seminar bersama sahabat tercinta kami tak langsung menuju rumah tapi ke sebuah masjid yang cukup besar dan terkenal. Masji yang penuh kenangan manis dan pahit. Bukan masjid yang akan saya jadikan tonjolan kisah, tapi seorang kakek penjaja es lilin. Ya, di tempat parkir motor kulihat dari kejauhan seorang kakek penjual es lilin membawa termos skecil yang udah usang, model yangudah uot of date. Awalnya kuperhatikan penuh tanya, masa puasa-puasa jualan es? Siapa yang mau beli? Eh beneran, di sepanjang dia menjajakan esnya tak ada yang membeli. Jadi merasa bersalah sudah bergumam seperti itu. Seperti pertemuanku dengan pejuang hidup sebelumnya, ia memberiku sebuah pemandangan yang membuatku malu. Allohlah yang selalu berhasil membuatku malu, membuatkau tertunduk, menangis. Sungguh kakek itu tanpa peduli sekitarnya tetap berjalan hingga akhirnya ada di depanku sekitar 20 meter. Aku masih menatapnya, betapa bodohnya aku kenapa tak coba kubeli esnya walau mugkin juga tak bisa kumakan? Tapi paling tidak bisa membantunya memberi untung. Pulang ke rumah kuceritakan kepada bundaku, bener kan, malah kena omel, kenapa gak dibeli lah, gak dicoba dulu lah,,adduh bundaku sampai menghitung jualan kakek itu yang mungkin untungnya tidak sampai 5000 perak. Hm,,,membuatku menyesal. Disinilah pelajaran untuk tidak memnunda berbuat kebaikan walau hanya dengan membeli hal seperti itu, tapi bagi kakek itu dan mungkin orang-orang lain yang juga bernasib sama sudah sangat meringankannya. Kebahagiaannyapun akan tertular dengan melihat senyum sumringahnya yang akan selalu terkenang sampai kapanpun.

Ramadhan tahun inipun diwarnai dengan kelulusanku dari universitas. Wisuda mengantarkanku untuk menerima ijazah dari dekan. Selembar ijazah yang diperoleh dengan belajar selama 3 tahun 10 bulan. Ya, hanya selembar ijazah yang mungkin Cuma berisi tulisan manusia dan tanda tangan dari rektor. Ada yang lebih penting, aku teringat dengan universitas yang lebih tinggi, universitas yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tapi juga makna hidup. Hidup dengan bersyukur, hidup dengan bersabar. Inilah hidup. Ramadhan inipun kuharap aku juga belajar arti sabar, sabar berdo’a, sabar menanti jawaban atas do’a-do’a yang terpanjat. Mengalami ujian masuk koas berkali-kali dan akhirnyapun lolos dengan senyuman. Alloh yang menjadi sandaranku telah menguji dengan sabar, terima kasih yang sangat kepada Alloh yang kucinta. Orang yang kucintapun memberi semangat dengan ikhlas, sungguh aku merasakannya. Ingin rasanya berucap terima kasih yang banyak..

Ramadhanku penuh cinta, Ramadhanku penuh bunga. Cintku bertemu dengan penuh senyum dari awal hingga akhirnya pertemuan yang indah itu terjadi (semoga ya Alloh). Seperti kata dari temanku, “semoga tahun depan bertemu Ramadhan lagi dan bertemu dengan cintaku” akupun mengamininya. Yang jelas, Ramadhanku tahun 1432 H penuh dengan warna, penuh dengan semangat, penuh dengan cinta!

Kan selalu kurindu semua pelajaran di bulan Ramadhan

Kan selalu kunanti pelajaran di madrasah ini.. Yang tak kutemukan di bulan-bulan lainnya

Merindu malam-malam penuh cinta dengan Rabb, di hening dan digin malam

Bersyukurlah kaum muslim yang berkesempatan untuk i’tikaf

Semoga, aku mampu menghidupkan Ramadhan di sebelas bulan selajutnya hingga Ramadhan tahun 1433 H

 

                                                                                                                   Yogyakarta, 30 Ramadhan 1432 H

 

 

 

 

Otak Remaja Rusak Karena Internet????*be ware

Posted by: jalanfirdaus on: July 18, 2011

Terlalu banyak menggunakan internet menyebabkan sebagian otak remaja terbuang percuma, begitu menurut hasil penelitian terbaru.

Ilmuwan menemukan tanda-tanda atrofi (penyusutan) materi abu-abu dalam otak pecandu internet yang semakin buruk dari waktu ke waktu. Hal ini dapat mempengaruhi daya konsentrasi dan memori, demikian pula kemampuan untuk mengambil keputusan dan menetapkan tujuan (cita-cita). Di samping itu bisa mengurangi kemampuan mereka untuk mengendalikan (membatasi) diri, sehingga menyebabkan perilaku yang tidak pantas.

Peneliti memindai otak 18 mahasiswa universitas berusia 19 tahun dengan MRI, yang menghabiskan waktu bermain game online 8 hingga 13 jam sehari 6 hari seminggu.

Keadaan otak mereka dibandingkan dengan otak kelompok kontrol yang terdiri dari 18 mahasiswa yang menggunakan internet kurang dari dua jam sehari.

Serangkaian pemotretan MRI menyoroti materi abu-abu pada permukaan otak yang berkerut atau cortex — tempat memori, emosi, percakapan, penglihatan, pendengaran dan gerak motorik dikontrol.

Dengan membandingkan hasil kedua kelompok ditemukan, atrofi terjadi di sebagian kecil pecandu internet. Hasil scan menunjukkan, semakin lama kecanduan internet berlangsung, maka semakin parah kerusakan yang terjadi.

Penelitian yang dilakukan oleh pakar saraf dan radiologi dari berbagai universitas dan rumah sakit China itu dipublikasikan di jurnal PLoS ONE.

Peneliti berkeyakinan, ketidaknormalan tersebut dapat membuat remaja semakin tergantung pada internet.

Di China diperkirakan ada 24 juta pemuda yang sering menggunakan internet.

Sementara di Inggris menurut agen riset pasar Childwise, setiap anak rata-rata menghabiskan lima jam untuk menonton televisi dan 20 menit di depan komputer setiap harinya.

Dr. Aric Sigman dari Royal Society of Medicine, Inggris, menyebut hasil penelitian di China itu sebagai peringatan penting.

Menurut Sigman, sebenarnya secara akal sehat sudah diketahui bahwa menghabiskan waktu terlalu banyak untuk menonton televisi dan menggunakan komputer tidak baik bagi kesehatan.

Oleh karena itu sangat memalukan, jika untuk menyadari keburukan itu saja, orang butuh diyakinkan dengan serangkaian foto hasil pemindaian otak. Begitu komentar Sigman.*

sumber : http://hidayatullah.com

Kata C I N T A selanjutnya…

Posted by: jalanfirdaus on: May 25, 2011

…cinta, tak pernah ada larangan untuk merasakan indahnya, tak pernah ada hambatan untuk menggapaianya

Karena…cinta mampu terbang kepada siapapun

Karena…cinta hanya titipan rasa pada hati

Karena…cinta akan hinggap pada kalbu yang tak meragukan kekuatan cinta

…cinta, tak pernah menuntut hatimu berbunga, tak akan meminta hatimu untuk beralih rupa menjadi jingga

Karena…cinta tak ingin perubahan dalam dirimu

Karena…cinta mampu menumbuhkan bunga itu sendiri tanpa kau seru

Karena…cinta mampu memberikan warna yang lebih banyak dalam tiap gerak dan degup jantungmu

…cinta, tak akan pergi selama Pemilik masih ingin dia bersama manusia, tak akan terhapus dengan uraian air mata, tak akan hanyut dalam kesedihan

Karena…cinta adalah seni memberi

Karena…cinta adalah tertawa

Karena…cinta adalah memaafkan

…cinta, mungkin tak selamanya beriring, tak selalu membuatmu tertawa, adakalanya membuatmu menangis, atau mati rasa

Karena…cinta dijatuhkan bukan untuk dibangun

Karena…cinta disandarkan bukan dikuatkan

Karena…cinta dicairkan bukan dijaga tetap kokoh

…cinta, mengharap balasan, mudah ditumbuhkan dengan hal yang membahagiakan

Tapi…siapkah dengan kesulitan yang bertubi?

Tapi…siapkah dengan segala resiko atas cintamu?

…cinta, keindahan yang ada bisa melenakan, benak-benak keindahan menggoda iman

Hati-hati…salah warna pada cinta

Hati-hati…tak kau dapatkan balasan dariNya

Hati-hati…kemurkaan yang kau dapatkan

Hati-hati…ternyata hatimu belum siap untuk dititipi cinta

Hati-hati…telah membawamu lupa pada jalan Tuhan

Hati-hati…telah kau urai air mata karenanya

…cinta, hadir pada nurani yang dikenal dengan sifat lembut dan halusnya

Karena…cinta tak akan suka pada jiwa-jiwa yang membatu

Karena…cinta mempercantik kelembutan

…cinta mengajarkan sadar, mengajarkan peduli, mengajarkan peka, mengajarkan empati

Hati-hati…ternyata diri ini cuek dengan dengan diri sendiri

Hati-hati…ketika cuek berujung pada kebutaan, buta hati

Hati-hati…batuan dalam jiwa membunuh menghujam merajam hatimu sendiri

Kuatkanlah cintamu padaNya hingga sambutan terindah akan kau dapatkan

Nyalakan semangatmu untuk mencintaiNya diatas segala cinta maka kau akan menerima cinta-cinta yang bertabur

Buktikan bahwa kita manusia yang mampu menggunakan hati sebagai penggerak jiwa, bukan lagi kehendak, bukan lagi keinginan sesaat

….karena….kita adalah manusia ciptaan Alloh…

On being great lover.. (and be careful)

Kata C I N T A (view this site)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.