Posted by: jalanfirdaus on: January 1, 2012
The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2011 annual report for this blog.
Here’s an excerpt:
A New York City subway train holds 1,200 people. This blog was viewed about 6,700 times in 2011. If it were a NYC subway train, it would take about 6 trips to carry that many people.
Posted by: jalanfirdaus on: December 10, 2011
hari ini ada kecemburuan merasuk
dalam dalam hingga sumsum tulang belakangku leleh
kecemburuanpun menghanguskan sebagian jantung yang tersisa hanya ventrikel
hati berubah hijau berkilau penuh dengan cairan
cemburu mengubah diri menjadi monster
bukan monter buruk rupa dan jahat
hanya menjadi seperti pico
##second heart says
pagi ini mentari bersinar memenuhi ruang hati
pancaran emas menembus kebekuan embun
jantung berdegup penuh dengan irama bernada
hembusan nafas lembut mampu membius rerumputan basah
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>><<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<
cemburu dan bahagia,,,,
cemburulah jika yang kita cemburui adalah sebuah kebaikan yang dilakukan oleh orang lain yang mampu mendorong kita untuk bisa berbuat kebaikan pula..jika saja menjadi pertama adalah hal yang baik, maka bersegeralah dalam kebaikan ^^
cemburulah jika yang kita cemburui adalah hati yang tulus hati yang ikhlas, yang mengajarkan kita arti menerima arti menyanyangi dan arti mencintai
cemburulah jika yang kitra cemburui adalah orang-orang yang mampu menghilangkan kesulitan orang lain, mampu menggugah semangat hidup, meringankan kesusahan hati
cemburulah jika kita yakin bahwa kita mampu memiliki seperti apa yang kita cemburui, tak hanya CEMBURU BUTA layaknya CINTA BUTA yang begitu menyiksa
cemburu adalah bukti ingin mengubah diri untuk menjadi pribadi yang lebih berisi, menjadi pribadi penuh makna sarat emosi
kebahagiaan seorang manusia terkadang bisa sangat terlihat jelas ketika ia melihat senyum orang dihadapannya yang telah berhasil dari perjuangan panjangnya>>bahagia melihat orang lain sukses,,,walaupun mungkin hanya ikut andil sangat sedikit pada kesuksesannya
hmmm,,,,mendoakan kesuksesan orang lain termasuk andil kan?
be happy personality
Posted by: jalanfirdaus on: December 8, 2011
bismillahiroohmaanirrohim,,,diawali dengan kalimat penuh dengan semangat dan senyum…kembali menikmati hidup yang penuh dengan rahasia ditiap harinya. apa yang dialami pagi ini? hujan? macet? motor atau mobil mogok,,,,what sholud we do??
TERSENYUM DAN NIKMATI dulu,,,karena semua juga akan berlalu..untuk apa mengumpat?ngabisin energi! untuk apa marah? bikin cepet tua! ngapain cemberut? bikin orang lain takut! ^^
liat sekeliling ada hal-hal yang bisa dilihat dengan pandangan lain. contoh…liat aja langit diatas kita..biar gak liat kendaraan-kendaraan yang bikin tambah ruwet…tersenyum sambil mengagumi penciptaan Sang Khalik. Allohu Akbar! bisa jadi nanti liat pelangi (kalo habis ujan trus ada matahari)>>>so romantic…!
ada kawanan burung! alhamdulillah..lagi-lagi dapat rizqi untuk mata (diselamatkan dari pemandangan pengendara yang agak bikin nusuk mata..hmmmm ^^ semoga kita mampu menahan diri untuk tidak merusak kesehatan karena hal-hal yang gak perlu dilakukan jadi bikin capek hati. ENJOY YOUR LIFE
Posted by: jalanfirdaus on: August 30, 2011
Ramadhan tahun ini memberiku banyak nilai. Mulai dari hari pertama hingga akhirnya aku dipertemukan dengan bulan Syawal. Ramadhan mengajarkan makna kesederhanaan yang lebih dalam. Bermula ketika tanggal 1 Ramadhan punya keinginan untuk mengganti sandal jepitku yang sudah berasa batu ketika dipakai, Allah mempertemukanku dengan mas-mas tukang jahit keliling. Lebih tepatnya disuruh untuk melihat! Melihat ke arah bumi kakinya menginjak. SANDAL! Memang kulihat sandalnya bisa dibilang biasa untuk mataku, tapi tidak untuk hatiku. Dugh!! Sandalnya lebih tipis dari sandal kesayanganku yang udah hampir dua tahun setia bersamaku. Sandal mas itu bahkan sudah menempel tanah pas di tumitnya. Ya Alloh pelajaran ini membuatku tertunduk malu. Jujur aku sangat ingin mengganti sandalku karena sakit untuk menapak, tapi Kau menunjukkan padaku ada yang lebih sakit kakinya ketika menapak. Sandalnya lebih dekat dengan batu daripada milikku. Sungguh nikmat ini akan selalu berbekas di hatiku. Selalu terngiang fabiayya ‘alaa irobbikumaa tukadzdzibaan.. hanya sebuah realita kecil tapi sangat memberi arti.
Hari selanjutnya diwarnai dengan nikmat melihat. Bukan melihat barang-barang yang mampu menyegarkan mata yang memang haus tapi ini adalah pemandangan perjuangan untuk mempertahankan hidup di dunia yang semakin sulit (katanya). Diawali dengan perjalanan ke kampus biru di Bulak Sumur, mata berkeliling jalan tertangkap seorang mbah menuntun sepedanya. Belum usai ceritanya, tak hanya sepeda tapi dengan muatan gerabah yang kupikir itu sangat berat. Bayangkan saja melewati arah utara jalan Kaliurang yang artinya jalanan semakin menanjak. Mungkin saja mbah itu ingin memasarkan gerabahnya ke daerah Pakem dan sekitarnya. Melihat raut mukanya yang tua sungguh malu pada diri ini yang terkadang masih mengeluh untuk berjuang melawan segala kesulitan hidup. Kesulitan hidup yang sangat kuyakini tiap orang memiiki dinamika hidup masing-masing dengan tingkat yang berbeda-beda. Mbah itu mungkin tetap memasarkan gerabah dengan bersepeda karena mengalami kesulitan finansial, akupun sempat mengalami tapi tinggal minta orang tua atau mengurangi jatah mr machine. Sungguh konyol, belum mau berusaha bagaimana rasanya mencari. Melihat ini semua semakin kuat azzam untuk menjadi seoarang ibu yang juga seorang pengusaha sukses, seorang muslimah yang juga seorang pengusaha sukses, dokter yang juga pengusaha sukses, seorang guru yang juga pengusaha sukses. Itulah azzamku. Berdo’a kepada Sang Pemenuh Do’a makhluk yang meminta. Dengan usaha yang dimulai dengan meminjam modal orang tua (lagi-lagi orang tua) usaha kecilpun kumulai. Ramadhan ini mengajarkanku rasanya berbisnis. Berbisnis dengan jujur dan tanpa riba, insyaAlloh.
Warna selanjutnya adalah dari sebuah kultum tarawih yang kudengarkan. Singkatnya begini “ seberapa kesungguhan kita mengisi Ramadhan kita? Seberapa besar kesungguhan hidup kita di dunia dengan menjalankan tugas dari Alloh?” glek!! Kembali harus tertampar, tugas manusia di bumi adalah untuk beribadah kepada Alloh dan sebagai khalifah di bumi..hm,, inilah saat-saat harus memperbaiki ibadah, meluruskan segala niatan ibadah. Mendapatkan kembali semangat untuk menjalani istimewanya menjadi seorang Muslim. Tak ada manusia lain yang mendapatkan segala bentuk nikmat karena kedekatan dengan Yang Mencpta. Berbahagialah menjadi seorang Muslim. Bisa minta apapun kepada Rabb tanpa harus melalui perantara. Sujudlah, berdo’alah, tundukkan hati memohon ampunan dan memohon segala kebaikan untuk hidup yang lebih baik. Tamparan kedua di kelas ma’had pelajaran Ulumul Qur’an. Kata-kata ustadzku yang sangat tertancap di hati adalah “menghafal Qur’an itu wajib” singkat memang tapi begitu membuatku terbakar. Mengingat kembali catatan hafalanku yang sedikit amburadul, belum ada progres yang bagus. Mengawali dengan pelan, semoga Alloh membantu dengan memberi keringanan hati dan dihindarkan dari rasa malas dan setan yang menggoda. Aamiin.
Pekan ketiga Ramadhan, kembali harus melihat fenomena perjuangan hidup seorang anak manusia. Pulang mengikui seminar bersama sahabat tercinta kami tak langsung menuju rumah tapi ke sebuah masjid yang cukup besar dan terkenal. Masji yang penuh kenangan manis dan pahit. Bukan masjid yang akan saya jadikan tonjolan kisah, tapi seorang kakek penjaja es lilin. Ya, di tempat parkir motor kulihat dari kejauhan seorang kakek penjual es lilin membawa termos skecil yang udah usang, model yangudah uot of date. Awalnya kuperhatikan penuh tanya, masa puasa-puasa jualan es? Siapa yang mau beli? Eh beneran, di sepanjang dia menjajakan esnya tak ada yang membeli. Jadi merasa bersalah sudah bergumam seperti itu. Seperti pertemuanku dengan pejuang hidup sebelumnya, ia memberiku sebuah pemandangan yang membuatku malu. Allohlah yang selalu berhasil membuatku malu, membuatkau tertunduk, menangis. Sungguh kakek itu tanpa peduli sekitarnya tetap berjalan hingga akhirnya ada di depanku sekitar 20 meter. Aku masih menatapnya, betapa bodohnya aku kenapa tak coba kubeli esnya walau mugkin juga tak bisa kumakan? Tapi paling tidak bisa membantunya memberi untung. Pulang ke rumah kuceritakan kepada bundaku, bener kan, malah kena omel, kenapa gak dibeli lah, gak dicoba dulu lah,,adduh bundaku sampai menghitung jualan kakek itu yang mungkin untungnya tidak sampai 5000 perak. Hm,,,membuatku menyesal. Disinilah pelajaran untuk tidak memnunda berbuat kebaikan walau hanya dengan membeli hal seperti itu, tapi bagi kakek itu dan mungkin orang-orang lain yang juga bernasib sama sudah sangat meringankannya. Kebahagiaannyapun akan tertular dengan melihat senyum sumringahnya yang akan selalu terkenang sampai kapanpun.
Ramadhan tahun inipun diwarnai dengan kelulusanku dari universitas. Wisuda mengantarkanku untuk menerima ijazah dari dekan. Selembar ijazah yang diperoleh dengan belajar selama 3 tahun 10 bulan. Ya, hanya selembar ijazah yang mungkin Cuma berisi tulisan manusia dan tanda tangan dari rektor. Ada yang lebih penting, aku teringat dengan universitas yang lebih tinggi, universitas yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tapi juga makna hidup. Hidup dengan bersyukur, hidup dengan bersabar. Inilah hidup. Ramadhan inipun kuharap aku juga belajar arti sabar, sabar berdo’a, sabar menanti jawaban atas do’a-do’a yang terpanjat. Mengalami ujian masuk koas berkali-kali dan akhirnyapun lolos dengan senyuman. Alloh yang menjadi sandaranku telah menguji dengan sabar, terima kasih yang sangat kepada Alloh yang kucinta. Orang yang kucintapun memberi semangat dengan ikhlas, sungguh aku merasakannya. Ingin rasanya berucap terima kasih yang banyak..
Ramadhanku penuh cinta, Ramadhanku penuh bunga. Cintku bertemu dengan penuh senyum dari awal hingga akhirnya pertemuan yang indah itu terjadi (semoga ya Alloh). Seperti kata dari temanku, “semoga tahun depan bertemu Ramadhan lagi dan bertemu dengan cintaku” akupun mengamininya. Yang jelas, Ramadhanku tahun 1432 H penuh dengan warna, penuh dengan semangat, penuh dengan cinta!
Kan selalu kurindu semua pelajaran di bulan Ramadhan
Kan selalu kunanti pelajaran di madrasah ini.. Yang tak kutemukan di bulan-bulan lainnya
Merindu malam-malam penuh cinta dengan Rabb, di hening dan digin malam
Bersyukurlah kaum muslim yang berkesempatan untuk i’tikaf
Semoga, aku mampu menghidupkan Ramadhan di sebelas bulan selajutnya hingga Ramadhan tahun 1433 H
Yogyakarta, 30 Ramadhan 1432 H
Posted by: jalanfirdaus on: July 18, 2011
Terlalu banyak menggunakan internet menyebabkan sebagian otak remaja terbuang percuma, begitu menurut hasil penelitian terbaru.
Ilmuwan menemukan tanda-tanda atrofi (penyusutan) materi abu-abu dalam otak pecandu internet yang semakin buruk dari waktu ke waktu. Hal ini dapat mempengaruhi daya konsentrasi dan memori, demikian pula kemampuan untuk mengambil keputusan dan menetapkan tujuan (cita-cita). Di samping itu bisa mengurangi kemampuan mereka untuk mengendalikan (membatasi) diri, sehingga menyebabkan perilaku yang tidak pantas.
Peneliti memindai otak 18 mahasiswa universitas berusia 19 tahun dengan MRI, yang menghabiskan waktu bermain game online 8 hingga 13 jam sehari 6 hari seminggu.
Keadaan otak mereka dibandingkan dengan otak kelompok kontrol yang terdiri dari 18 mahasiswa yang menggunakan internet kurang dari dua jam sehari.
Serangkaian pemotretan MRI menyoroti materi abu-abu pada permukaan otak yang berkerut atau cortex — tempat memori, emosi, percakapan, penglihatan, pendengaran dan gerak motorik dikontrol.
Dengan membandingkan hasil kedua kelompok ditemukan, atrofi terjadi di sebagian kecil pecandu internet. Hasil scan menunjukkan, semakin lama kecanduan internet berlangsung, maka semakin parah kerusakan yang terjadi.
Penelitian yang dilakukan oleh pakar saraf dan radiologi dari berbagai universitas dan rumah sakit China itu dipublikasikan di jurnal PLoS ONE.
Peneliti berkeyakinan, ketidaknormalan tersebut dapat membuat remaja semakin tergantung pada internet.
Di China diperkirakan ada 24 juta pemuda yang sering menggunakan internet.
Sementara di Inggris menurut agen riset pasar Childwise, setiap anak rata-rata menghabiskan lima jam untuk menonton televisi dan 20 menit di depan komputer setiap harinya.
Dr. Aric Sigman dari Royal Society of Medicine, Inggris, menyebut hasil penelitian di China itu sebagai peringatan penting.
Menurut Sigman, sebenarnya secara akal sehat sudah diketahui bahwa menghabiskan waktu terlalu banyak untuk menonton televisi dan menggunakan komputer tidak baik bagi kesehatan.
Oleh karena itu sangat memalukan, jika untuk menyadari keburukan itu saja, orang butuh diyakinkan dengan serangkaian foto hasil pemindaian otak. Begitu komentar Sigman.*
sumber : http://hidayatullah.com