Posted by: jalanfirdaus | February 4, 2010

akuarium-kaos tergigit

bismillaahirrohmaanirrohiim

huffh,,,sore yang menyesakkan pekan ini. lampu merah mengentikan langkah si kuda untuk beberapa detik. perempatan yang saya benci, tapi sayangnya harus kulewati karena jalur tercepat. beberapa detik kulalui dengan melihat arah kiri. wait! akuarium besar sedang dipakai untuk acara sepertinya. begitu ramai dan meriah. balon warna warni, pita berjuntai dan mungkin semacam convetti juga ada. hm,,,,saya hanya bisa memperhatikan bagaian tepi akuarium itu.
ya anak-anak kecil dengan lahapnya memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya dan mulai mengunyah,,enakkah? pertanyaan terakhir tak perlu dijawab. sedikit mengedarkan pandang ke jarak lebih dekat ada 4 orang berdiri mematung di pintu masuk. memandang penuh takjub (salah satu yang saya artikan) dan tahukah apa yang mereka lakukan?entah secara sadar atau tidak, MENGGIGIT UJUNG KAOS!!!

seperti inikah kondisi manusia saat ini?yang di dalam akuarium entah melihat atau tidak ke arah luar ada yang memperhatikan gerak mereka. gerakan mulut yang mengunyah MAKANAN. yang di luar akuarium (4 orang tadi) mungkin mempunyai rasa ingin mencicipi barang sedikit dari makanan itu, tapi mungkin (lagi) tidak ada daya.
hm,,ketimpangan yang aneh. yah, beberapa detik mendapat bahan belajar. belajar berbagi, belajar menjaga perasaan (iya nggak ya?)

Rasulullah saw bersabda :
“Allah berkata pada hari kiamat, “Wahai anak Adam, Aku sakit, mengapa engkau tidak menjenguk Aku?”
Anak Adam bertanya,”Wahai Tuhanku, bagaimana aku menjenguk-Mu, sedang engkau adalah Tuhan semesta alam?”
Allah berkata, “Seorang hamba-Ku, Fulan, sakit dan engkau tidak menjenguknya. Apakah engkau tidak tahu, jika engkau menjenguk-Nya, engkau akan temukan Aku di sisinya?”
“Wahai anak Adam, Aku meminta makan kepadamu, namun engkau tidak memberi-Ku makan.”
Anak Adam bertanya, “Bagaimana aku memberi-Mu makan, sedang Engkau adalah Tuhan semesta alam?”
Allah berkata, “Hamba-Ku, Fulan, meminta makan namun engkau tidak memberinya makan. Apakah engkau tidak tahu, jika engkau memberinya makan, maka engkau akan temukan pemberianmu itu di sisi-Ku?”
“Wahai anak Adam, Aku meminta minum kepadamu, namun engkau tidak memberi-Ku minum.”
Anak Adam bertanya, “Wahai Tuhanku, bagaimana aku memberi-Mu minum, sedang Engkau Tuhan semesta alam?”
Allah berkata, “Seorang hamba-Ku, Fulan, meminta minum kepadamu, namun engkau tidak memberi minum kepadanya. Tidakkah engkau tahu, jika engkau memberi minum kepadanya, engkau akan temukan pemberianmu itu di sisi-Ku?” (HR Muslim)
nah hayo,sebagai pengingat saja.
kita masih bisa makan sepiring nasi, apakah sodara kita diluar sana masih bisa makan sesendok nasi?
kita masih bisa meneguk segarnya air teh, apakah diluar sana sodara kita masih bisa minum air matang?
kita masih bisa jajan cemilan, apakah iya mereka semapat berpikir cemilan?
hehehe, hanya mengajak kembali berlatih peka dan yang pasti BERSYUKUR,,, ya?

kalaupun ada yang cuek beubeh makan tanpa babibu gitu ya setidaknya kita berbuat baik kepada tetangga . salah satu contoh kalo mau melaksanakan sudah sangat jelas
Rasulullah SAW bersabda, “Wahai Abu Dzar, apabila kamu memasak makanan yang berkuah, maka perbanyaklah kuahnya dan perhatikanlah tetanggamu!”(HR Muslim).
(artikan sendiri yah!! ^^)

Posted by: jalanfirdaus | January 12, 2010

kenangan 2007

kalo ingat waktu itu bikin sedikit menitikkan air mata..pulang sekolah di pertigaan disampingku ada anak seumuranku nyengir menahan sakit..Allah..darah menetes di salah satu ujung jarinya..glek..naluri manusiaku muncul seketika…namun kenapa aku tak berani menolong…hingga akhirnya lampu hijau belum ada kata yang keluar dari mulutku.. masih mengatup, hanya saja aku tak berani mendahului dia. kuikuti dari belakang. aku tahu itu pasti sakit sekali..kulihat tetesan darah segar di aspal yang panas

kejam! aku hanya memandanginya tanpa berbuat sesuatu.aku hanya berani berkata dalam hati! maafkan aku teman..

selang dua hari..di tempat les sore itu aku lihat anak itu lagi dan ternyata dia teman satu lesku

Yusuf namany

yusuf..ya kulihat jarinya yang sudah diobati..

tapi kenapa aku nggak berani berbuat baik ya??

itu salah

Posted by: jalanfirdaus | January 11, 2010

Pikirkan dan Syukurilah

Artinya, ingatlah setiap nikmat yang Allah anugerahkan kepada Anda. Kerana Dia telah melipatkan nikmat-Nya dari ujung rambut hingga ke bawah kedua telapak kaki.

Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan sanggup manghitungnya.QS. Ibrahim 34

Apakah Anda mengira bahwa, berjalan dengan kedua kaki itu sesuatu yang sepele, sedang kaki acapkali menjadi bengkak bila digunakan terus menerus tida henti? Aapakah Anda mengira bahwa berdiri tegak di atas kedua betis itu sesuatu yang mudah, sedang keduanya bisa saja tidak kuat dan suatu ketika patah?
Maka sadarilah, betapa hinanya diri kita manakala tertidur lelap, ketika sanak saudara di sekitar Anda masih banyak yang tidak bisa tidur karena sakit yang mengganggunya? Pernahkah Anda merasa nista manakala dapat menyantap makanan lezat dan minuman dingin saat masih banyak orang di sekitar Anda yang tidak bisa makan dan minum karena sakit?
Coba pikirkan, betapa besarnya fungsi pendengaran, yang dengannya Allah menjauhkan Anda dari ketulian. Coba renungkan dan raba kembali mata Anda yang tidak buta. Ingatlah dengan kulit Anda yang terbebas dari penyakit lepra dan supak. Dan renungkan betapa dasyatnya fungsi otak Anda yang selalu sehat dan terhindar dari kegilaan yang menghinakan.
Adakah Anda ingin menukar mata Anda dengan emas sebesar gunung Uhud, atau menjual pendengaran Anda seharga perak satu bukit? Apakah Anda mau membeli istana-istana yang amenjulang tinggi dengan lidah Anda hingga Anda bisu? Maukah Anda menukar kedua tangan Anda dengan untaian mutiara, sementara tangan Anda buntung?
Begitulah, sebenarnya Anda berada dalam kenikmatan tiada tara dan kesempurnaan tubuh, tetapi Anda tidak menyadarinya. Anda tetap merasa resah, suntuk, sedih, gelisah, meskipun Anda masih mempunyai nasi hangat untuk disantap, air segar untuk diteguk, waktu yang tenang untuk tidur pulas, dan kesehatan untuk terus berbuat.
Anda acapkali memikirkan sesuatu yang tidak ada, sehingga Anda pun lupa mensyukuri yang sudah ada. Jiwa Anda mudah terguncang hanya karena kerugian materi yang mendera. Padahal, sesungguhnya Anda masih memegang kunci kebahagiaan, memiliki jembatan pengantar kebahagiaan, karunia, kenikmatan, dll. Maka pikirkan semua itu, dan kemudian syukurilah!!!!
_anonim_2007

Posted by: jalanfirdaus | January 7, 2010

kenyataan dan bayangan

Pernahkah berkata, “wah ini tak sesuai yang aku bayangkan sebelumnya”? atau “semua di luar dugaanku”.. mungkin pernah. Ya sepenggal saja. Jujur saya tangkap kata penyesalan awalnya, tapi tak punya daya yang terkesan di kalimat itu. Sayapun pernah melontarkan kata-kata seperti itu. Reflex saja kalimat itu meluncur tanpa ada yang mampu mengeremnya. Kalau mau berpikir ke belakang, mungkin perlu diingat bahwa sesungguhnya kenyataan itu adalah memang bukan suatu hal yang kita bayangkan. Teringat kata sesungguhnya Allah memberikan apa yang kita butuh kan, bukan yang kita inginkan. Maka benar jika kenyataan yang terjadi tidak seperti yang kita bayangkan karena berada diluar jangkauan kecerdasan kita sebagai manusia. Selebihnya kita terima dan nimati saja. Allah begitu baik memberikan apa yang kita butuhkan tanpa kita minta, bahkan mengetahui sebelum kita menyadarinya. Lalu mengapa masih belum bersyukur hari ini?

Tulisan diatas bukan berarti sebuah persuasi untuk selalu merasa menyesal dengan apa yang terjadi, tapi sebaliknya menyemangati kita semua untuk selalu bersyukur, lalu Allah akan selalu menambahkan knyataan2 yang lebih indah dan membuat manusia semakin bahagia. Namun tak bisa dipungkiri bila ada yang tidak bahagia karena tidak menerima dan tidak menikmati kenyataan itu. Ini golongan orang yang menutup mata hati untuk berpaling dari semua yang telah diberi..

Bila tak ingin hanya menerima saja sebuah kenyataan, ada satu yang bisa kita lakukan. Yaitu menggerakkan hati, otak, dan raga untuk menjadikan nyata apa yang kita bayangkan. Bukan sebuah ambisi, tapi sebuah keyakinan akan segala harapan dan asa yang selalu ada. Apa yang kita sangkakan dan usahakan untuk nyata, insyaAllah akan muncul ghirah untuk selalu berusaha. Menyemangati diri untuk selalu mencipta sebagai proses belajar. Menjadikan kenyataan dan bayangan atau cita-cita sebagai salah satu sumber belajar, menggiring untuk menikmati hidup dan bersuyukur. Juga mengahadapi hidup dengan sepenuh hati dan kekuatan yang tak pernah putus arang!!^-^

allahu akbar!!

Posted by: jalanfirdaus | January 7, 2010

Menyerahkan Pengaturan Pada Allah Oleh: Agung Yulianto

dakwatuna.com – Maqam tertinggi dari seorang Salik (Penempuh Jalan Rohani) adalah ketika secara bulat menyerahkan seluruh urusan hidupnya pada Allah. Siapa pun yang menyerahkan pengaturan dirinya kepada Allah, maka Allah SWT akan memberikan pengaturan terbaik untuknya (al-Tanwir fi isqath al-Tadbir karangan Ibn AthaiLlah).
Bentuk berserah diri kepada Allah persis seperti awal shalat. Takbir berarti mengakui bahwa hanya Allah yang Maha Besar. Laa Quwwata illa biLlahi. Doa iftitah mengajarkan untuk menyerahkan seluruh diri kita, fisik, perasaan dan pikiran, kepada Pencipta langit dan bumi, dan agar kita termasuk dalam orang yang lurus dan berserah diri (haniifan musliman) dan bukan termasuk orang yang musyrik. Selanjutnya menandaskan bahwa seluruh shalat, ibadah, hidup dan mati hanya untuk Allah Rabb semesta alam, dan kita tidak pantas menyekutukan dengan sesuatupun, dan demikianlah kita diperintahkan dan semoga kita termasuk orang yang berserah diri.
Sadari sikap ini dengan sepenuh pikiran dan perasaan, siap diatur oleh Allah SWT. Hanya Allah tempat bergantung sedangkan diri kita tidak ada apa-apanya. Ketika kita menggantungkan hanya kepada Allah (1) dan kita menisbikan diri (0) maka kita jumpai 1 dibagi 0 adalah tidak terhingga.
Seorang ustadz ditanya oleh jamaah pengajian ibu-ibu, “apa hukumnya melahirkan dibantu dokter pria sedangkan ada dokter wanita?”. Sang ustadz mengatakan, “Bayi gajah jauh lebih besar dari bayi manusia, dan lubang keluar bayi gajah tidak lebih besar dari lubang keluar bayi manusia, tetapi tidak ada bayi gajah dilahirkan Cesar. Sedangkan manusia sekarang lebih 50% melahirkan bayinya dengan Cesar”.
Ketika manusia bergantung dan mengandalkan kepada selain Allah, maka Allah akan menyerahkan urusan dan hasilnya pada apa yang ia gantungi. Selanjutnya hidupnya hanya akan mengikuti kaidah sebab-akibat belaka, yang lemah tidak memiliki kekuatan apa-apa.
Sebaliknya, dengan mengandalkan pertolongan Allah berarti kita mengandalkan kekuatan yang tak terhingga sebagaimana nabi Musa menyeberangi laut Merah, nabi Ibrahim tidak terbakar api, umat Islam mampu memimpin peradaban dunia selama 700 tahun, dan Rasulullah SAW dari seorang diri hingga kini lebih dari 1,5 miliar manusia beriman kepada Allah SWT.
Bagaimana prakteknya?
Menyerahkan pengaturan pada Allah berarti menempuh jalan Allah. Jalan lurus, jalan yang Allah berikan nikmat, jalan para nabi, shiddiqiin, jalan para syuhada dan orang-orang shalih. Siapa yang menempuh jalan ini akan mendapatkan kebahagiaan dan kenikmatan hakiki, menjumpai surga dunia sebelum pada akhirnya memasuki surga akhirat yang abadi.
Menyerahkan pengaturan kepada Allah berarti tidak akan mengambil jalan yang tidak diridhai Allah, memaksakan segala cara untuk memuaskan nafsunya semata.
Menyerahkan pengaturan pada Allah berarti melakukan ikhtiar secara maksimal. Ia menyadari bahwa, setelah menyerahkan pilihan hidup dan pengaturan urusannya kepada Allah, kewajibannya hanyalah menjalankannya dengan sepenuh tenaga, segenap pikiran dan kesungguhan. Barulah ia boleh tawakal dengan ikhlas dan penuh ridha, mengembalikan hasilnya kepada Allah. Dan selanjutnya kembali siap mendapatkan arahan untuk pengaturan selanjutnya.
Menyerahkan pengaturan kepada Allah bukanlah menjadi berkinerja rendah. Sebagaimana, salah satu definisi zuhud, sebagai salah satu sifat utama seorang salik, adalah “hariitsun ‘ala maa yanfa’uh” atau getol bersungguh-sungguh pada hal yang bermanfaat. Hal ini menjelaskan bahwa, orang yang bekerja dengan motivasi keimanan seharusnya melahirkan kinerja yang jauh melampaui orang yang bekerja dengan motivasi keduniaan.
Serahkan pengaturan pada Allah dan bersiaplah memasuki Dimensi Quantum (Dimensi Keimanan) yang luar biasa. Bersiaplah menyaksikan kuasa Allah wujud dalam keseharian kita. Bersiaplah menempuh jalan spiritual yang berisi kenikmatan hakiki. Allahu a’lam

Posted by: jalanfirdaus | January 1, 2010

_berharap doa rahasia_

Happy Milad… sisa umur barokah, smoga tambah solihah, tambah deket ma Allah.. n tambah rejeki
Happy birthday to you..
Happy birthday to you..
Jangan lupa ya mba’…makan2nya
happy bday mbakku sayangz !hope u all the bezt :)
hppy b’day ia risa,hope u gEt the bEst:)
B’day mb’Q..wish u aLL d best..okay
slamat ulang tahun :)
Met Milad y..Smoga s’iring brkurangnya usia,stiap nfas anti smkin barokah..AMIN
happy milad saudariku…semoga usia yg telah sedang dan akan berlalu menjadi usia yg barokah.Barokallah
met ulang tahun dek,,apapun yang terbaik untuk dirimu

Subhanallah …. Itu beberapa kalimat singkat penuh doa yang saudara-saudara kirimkan untuk saya yang katanya milad pada suatu tanggal di kalender masehi. Hm.. doa..jadi teringat akan sesuatu tentang itu. Banyak kali saya mendapatkan doa misal mau ujian, mau ada hajat, pun ketika mau berangkat kuliah di doakan sama ibu bapak. Namun saya kok tertarik membahas doa pas tanggal kelahiran ya?? Ada hal yang menurut saya unik disana. Apa itu?
Seperti awal tulisan ini begitu lancar dan mengalirnya doa dari saudara-saudara saya (tidak semua saya kutip). Satu pengingat bagi saya sendiri. Apakah saya medoakan saudara-saudara saya itu? Apakah hanya pada saat mereka juga memperingati hari lahir? Sungguh menohok!! Dugghh!!! Kembali memutar memori hati dan otak, sudahkan mereka saya sebut dalam setiap hikmat doa saya pada Sang Khaliq?? Baiklah sedikit koreksi terlebih dahulu kawan. Betapa malunya diri ini.^^

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda’ ra., bahwasannya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata ‘aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan’” (Shahih Muslim no. 2733) Yep sudah jelas kan, dalam hadist tersebut?? Hm,,,benar2 berharap doa rahasia.. Insya Allah akan dikabulkan. Sungguh menyenangkan di doakan oleh saudara. Lebih tepatnya saling mendoakan saudaranya sesama Muslim. Kembali pada doa yang kita untai dan sebut untuk saudara kita semoga selalu mengalir padanya kebaikan. Malaika ikut mengamininya. Amin. Ada hal yang saya pikir adalah semoga doa-doa tersebut tidak saja hanya pada saat memperingati hari lahir, tapi setiap saat (mengingat saudara, saling mendoakan, mempererat ikatan ukhuwah…^^). Mulai dari mana? Mulai dari saat ini membalikkan pola berjalan, diingat lagi deh, doa rabithah gimana? Hehehe… hayo hafal gak??

Ya Allah,
Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta padaMu,
telah berjumpa dalam taat padaMu,
telah bersatu dalam dakwah padaMu,
telah berpadu dalam membela syari’atMu.
Kukuhkanlah, ya Allah, ikatannya.
Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini dengan nur cahayaMu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepadaMu dan
keindahan bertawakkal kepadaMu.
Nyalakanlah hati kami dengan berma’rifat padaMu.
Matikanlah kami dalam syahid di jalanMu.
Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Ya Allah. Amin. Sampaikanlah kesejahteraan, ya Allah, pada junjungan kami, Muhammad, keluarga dan sahabat-sahabatnya dan limpahkanlah kepada mereka keselamatan..

Hati yang terhimpun akan melahirkan doa-doa penuh keihklasan, ikatan yang semakin erat. Demikian pula mendoakan kebaikan bagi saudara. Doa adalah kekuatan tanpa batas, sumber energi yang hebat!! Benarkah?? (ya iyalah.. masa belum pernah merasakan se??)
Terus kalau sudah membalik jalan (bukan berarti keluar dari jalan yang lurus) sekarang mulai kembali menata doa apa yang akan kita sampaikan. Apapun! Bukankah Allah juga gak akan pernah kehabisan? Perlu diingat juga, ketika kita berdoa sebenarnya untung banyak ada di pihak manusia. Doa itu gratis! Gak bayar, jadi kita yang gak punya modal harta pun bisa berdoa. Modalnya satu KEIMANAN. Hehehehe insyaAllah seperti itu. Berdoa dengan tidak mendikte Allah (udah gak modal doanya maksa lagi! Wah gawat!), berdoa dengan penuh ketundukan, penuh harap untuk dikabulkan oleh Allah. Beruntung orang yang berdoa dan mendoakan orang lain.
So, kembali belajar, mengingatkan akan diri ini yang begitu egoisnya hanya mendoakan untuk diri sendiri. Doa rahasia untuk saudara-saudaraku, semoga Allah mengabulkan. Semoga doa-doa penuh harap yang saya, antum lafadzkan tidak saja ketika bertepatan dengan hari kelahiran. Sungguh merugi diri ini ketika kehilangan kesempatan mendoakan orang lain. Katanya orang yang merugi salah satunya adalah merasa tidak kehilangan kesempatan beramal. Semoga tidak ada kesombongan di dalamnya. Amin.

Kumandang cinta
Mewarnai bergantinya hari
Bukanlah hari2 biasa
Kepada-Mu Tuhan
Bersama bintangku pun bertasbih
Merindu siang malam penuh keberkahan

Dalam doa penuh cinta ini
Ku tak akan lagi sendiri
Malaikat pun menaungi
Sujud malamku

Di tengah tunduknya hati ini
Mohon tanamkan iman di sini
Agar tiada ragu ku berkata
Kau tiada terdua

I’am praying You’ll always watching me
Always loving me
And protecting me
Help me to put a side the doubt
Allah Ya Hadii…
(by: Rahmat Fajar)

Allah I love YOU ^^
_Karena kehebohan yang anak kecil perbuat_

Terinspirasi film Earth, saya tulis semua ini. Earth, sebuah film yang ternyata mampu membuka mata saya. Hanya hewan-hewan yang menjadi bintang filmnya, asli yang Allah pilih sebagai aktor yang ulung. Disana dikisahkan awal kehidupan dua ekor anak beruang kutub. Mereka tinggal dengan induknya di lubang di bawah salju. Melihat matahari untuk yang pertama kalinya setelah masa hibernasi yang panjang. Belajar berjalan, belajar mencari makan, berjuang untuk mendaki bukit salju yang mungkin saja bisa runtuh. Itu mereka lakukan dengan bantuan induk. Diselingi kelahiran itik-itik di lubang pohon yang tinggi. Induknua turun lebih dulu dan menyemangati anak-anaknya untuk segera menyusulnya turun. Merasakan daratan.

Masih banyak hewan yang dikisahkan, antara lain perjuangan koloni gajah menemukan air di gurun, perjuangan paus bungkuk dan anaknya mencari planton ke kutub utara, perjuangan caribou, perjuangan anjing laut, perjuangan para singa yang lapar, perjuangan burung (lupa namanya) “menyeberangi” tingginya puncak Himalaya, perjuangan ikan (lupa lagi namanya) menjaga barisannya agar tidak termakan oleh ikan yang lebih besar, dan masih banyak lagi kisah perjuangan hidup mereka.

Mengapa saat ini saya ingin menulis tentang kehidupan? Sayapun tak tahu jawabnya apa. Hanya saja beberapa kali hati dan muka saya terpalu dengan kerasnya dengan kata hidup dan belajar. Mulai dengan dua kata itu saya berusaha mencari jawaban, yang kebenarannya mungkin masih menjadi rahasia Allah.

Dimulai dari kata hidup. Saya sadari sepenuhnya kata hidup ini mempunyai konotasi aktif bergerak, bernafas, tidak mengalami kematian, berproduksi. Itulah hidup dalam konotasi bahasa. Ternyata, baru saja saya temukan hidup dengan konotasi yang lebih bermakna (bagi saya sendiri, belum terprediksi untuk orang lain). Hidup bagi saya adalah menggerakkan kehidupan yang ada. Manusia, hewan, tumbuhan dihidupkan oleh Allah untuk menjadi penyeimbang kehidupan. Hidup inilah yang nyata dalam mata saya. Hidup dalam arti sebagai actor yang memainkan peran masing-masing hingga akhirnya besok akan kita lihat film itu kelak “disana”. Film tanpa editing sama sekali, kehidupan yang nyata.

Hidup tak hanya sekedar bernafas, hidup itu butuh yang namanya sumber hidup? Apakah itu sumber hidup? Itulah jiwa kita sebagai manusia. Jiwa yang bersih ataupun kusut, itu pilihan yang harus segera dipilih untuk menggerakkan kehidupan tadi. Sehingga polesan di film itu semakin terasa. Ada dua hal yang ingin saya ingatkan (pada diri saya sendiri), yang pertama dalam hidup itu pilihan dan yang kedua, terkadang dalam hidup ini tidak ada pilihan sama sekali. Hidup itu pilihan, ya! Itulah sebenarnya hidup. Sebelumnya sudah saya sebutkan sumber hidup yang penting. Itulah pilihannya! Bersih atau kusut? Bukan kata kotor yang saya ungkapkan disini, karena kotor bisa dibersihkan, tapi kusut sangat susah untuk dibentuk menjadi sesuatu yang indah lagi atau kembali seperti semula. Mana yang akan kita pilih?

Karena telah diberikan pilihan, maka saya memilih sumber hidup dengan jiwa yang bersih. Kebersihan ini memudahkan saya untuk mengisi dengan sepenuh-penuhnya atau kapasitas itu akan saya isi dengan maksimal. Kebersihan ini menjadikan dirinya penyaring yang ulung hingga akan menjadi hasil yang jernih dan lebih indah. Dengan kebersihan itu, saya akan lebih mudah mendapatkan segalanya. Itu yang saya rasakan. Saya tidak tahu apa jadinya bila kusut yang saya pilih. Maka bila datang kesempatan untuk memilih,maka pilihlah! Hidup itu pilihan untuk semuanya. Bila ada yang beranggapan hidup itu bukan merupakan pilihan, itu opini masing-masing. Tak ada salahnya juga.

Kemudian belajar. Ini tamparan bagi saya. Dalam satu pekan saya dipaksa “dipertemukan” dengan ayat Allah QS. Ali Imran 110 “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik” dan QS. Al Jumu’ah 2 “Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah . Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” Inilah paksaan yang hadir dalam hidup saya untuk belajar. Mengapa belajar? Dalam ayat 110 surah Ali Imran begitu jelas dikatakan “ kamu umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah yang mungkar….” Bagaimana bisa melakukan itu semua bila tidak diawali dengan belajar melakukan yang ma’ruf? Bukannya dikatakan oleh banyak orang bahwa keteladanan itu memberikan efek pendidikan yang lebih baik? Belajar melakukan hal yang ma’ruf, itu yang saya maksud belajar.

Selain itu, sebagai seorang muslim saya dipaksa bertemu dengan surat Al Jumu’ah itu untuk menyadari, bahwa Rasulullahpun belajar. Belajar apapun. Dikatakan dalam ayat 2 bahwa beliau adalah seorang buta huruf yang membacakan ayay-ayat Allah kepada manusia. Ayat ini memacu saya untuk bergiat belajar. Belajar tentang segala yang berguna untuk kehidupan.

Hingga akhirnya ada kata-kata penyemangat diri yang tak pernah saya lupakan HIDUP ADALAH BELAJAR DAN MENGAMALKAN UNTUK KEHIDUPAN. Hidup di dunia itu memang sementara, pendek sekali waktu kita untuk menikmati indahnya dunia. Dengan waktu yang pendek itulah entah bagaimana caranya saya harus memaksa diri saya sendiri untuk belajar dan mengamalkannya hingga bisa menjadi bekal di kehidupan selanjutnya yang abadi. Tak seorangpun tahu akan masa depan.

Perjuangan belajar dalam hidup dan perjuangan mengamalkannya butuh yang namanya sabar dan ikhlas. Sesungguhnya saya sering mempertanyakan diri yang hina ini, sudahkah seperti itu? Boleh jadi semua ini hanya bualan saya yang begitu manis didengar? Baiklah, mencoba bangkit dari keterpurukan yang saya ciptakan sendiri menjadi pendorong bagi saya. Merobek lembaran hitam itu dan memulai lembar baru yang lebih bersih dan indah.

Namun, perlu diingat juga, hidup itu tidak mudah, belajar itu tidak mudah, mengamalkan dalam kehidupan juga tidak mudah. Tidak ada yang mudah di dunia ini! Lalu bagaimana? Saya katakana pada diri saya sendiri, yang mengatakan tidak mudah adalah hati yang sempit dan kusut! Ingatlah saya bahwa pilihan saya adalah jiwa yang bersih. Jiwa kita senantiasa dalam genggaman Allah. So, hilang sudah! Bilamana muncul keraguan, singkirkan keraguan! Harus optimis tanpa overconfidence.

Dari kenyataan hewan-hewan dalm film Earth tadi, saya iri pada mereka. Tetap berjuang dengan segala keterbatasannya dalam kehidupan mereka, berjuang mempertahankan jama’ah (koloni), belajar untuk hidup dan hidup untuk belajar. Dalam benak saya, masa saya kalah dengan hewan-hewan itu mengenai kehidupan? Bukankah manusia adalah umat terbaik yang telah diberi akal dan pikiran?

Hehehehehehehe….. ini hanya sekedar uneg-uneg yang sedikit menyimpang dari biasanya.

Selamat belajar….Selamat hidup hari ini….Selamat untuk kehidupan

Innallaha ma’ashobirin

(tulisan ini pernah saya upload di blog friendster)

Posted by: jalanfirdaus | October 3, 2009

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Categories